MELEPASMU PERGI
MELEPASMU PERGI Jihan berjalan terseok menaiki tangga demi tangga menuju ke tempat paling atas di Rumah Sakit itu. Sesekali ia berhenti hanya untuk menekan dadanya yang terasa begitu sakit, ia membiarkan air matanya jatuh bebas mengalir di pipinya yang pucat. Angin bertiup sangat kencang ketika Jihan membuka pintu besi Rooftop, seakan menyambutnya dengan tamparan keras di pipi, berusaha menyadarkan gadis itu. Langit yang dipandangi Jihan sudah gelap total, tanpa bintang, tanpa bulan, hanya kegelapan. Sudah berjam-jam lamanya Jihan berada di Rooftop Rumah Sakit menatapi langit, atap-atap gedung dan rumah di bawahnya. Untuk kesekian kalinya Jihan membuang nafas keras-keras. "Apa lo di sini?" tanyanya setelah sebelumnya menutup mata sejenak. "Ibu-ibu tadi bilang, ada seseorang yang menggenggam tangan gue" ia berkata pada angin karena tidak ada satu orang pun berada disana. "Saat lo takut, lo selalu megangin tangan gue, Th...